Cerpen: Cinta Sang Anak
Finn adalah salah satu pegawai yang bekerja untuk salah satu perusahaan swasta terkemuka, pekerjaannya yang sangat menyita waktu membuat ia seringkali pulang kerja hingga larut malam. Suatu ketika Finn pulang kerja, ternyata Diego (anaknya) yang masih duduk di kelas 2 SD yang membukakan pintu untuknya, sepertinya Diego memang sengaja menunggu ayahnya tiba di rumah.
“Kok kamu belum tidur?”, sapa Finn setelah mencium kening anaknya.
Diego menjawab, “Aku memang sengaja menunggu ayah pulang karena aku ingin bertanya, berapa sih gaji ayah..? ”.
“Lho, kok kamu tiba-tiba nanya gaji ayah sih? ”,
“Nggak, Diego cuma mau tahu aja ayah..”, timpal Diego.
Ayahnya pun menjawab, “Kamu hitung sendiri, setiap hari ayah bekerja 10 jam dan dibayar Rp.400.000. Hayoo.. jadi berapa gaji ayah dalam 1 jam? ”.
Diego langsung bergegas mengambil pensilnya, sementara ayahnya melepas sepatu. Ketika Finn beranjak menuju kamar, Diego berlari mengikutinya.
Kemudian Diego menjawabnya, “Kalo 1 hari ayah dibayar Rp.400.000 untuk 10 jam, berarti 1 jam ayah digaji Rp.40.000 donk? ”.
“Pinter anak ayah sekarang ya.., sekarang kamu cuci kaki dan tidur ya..”, jawab ayahnya.
Tetapi, Diego tidak juga beranjak. Sambil memperhatikan ayahnya ganti pakaian, Diego kembali bertanya, “Ayah, boleh pinjam uang 5 ribu nggak?”.
“Sudah, buat apa uang malam-malam begini?! Ayah capek, mau mandi dulu, sekarang kamu tidur!”, jawab ayahnya.
Dengan wajah melas Diego menjawab, “Tapi ayah..”,
Ayahnya pun langsung menghardiknya, “Ayah bilang tidur...!!”.
Anak kecil itupun langsung berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Finn menyesali perbuatannya yang telah menghardik anaknya tersebut. Ia pun memutuskan untuk melihat kondisi anaknya. Dan ternyata, anak kesayangannya itu belum tidur. Ternyata Diego dilihatnya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp.15.000 di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala anaknya itu, Finn berkata, “Maafkan ayah ya nak. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kita beli ya. Jangankan minta 5 ribu, lebih dari itupun ayah kasih..”.
Diego pun menjawab, “Ayah, aku nggak minta uang. Aku cuma mau minjem. Nanti aku kembalikan lagi setelah aku nabung minggu ini”.
“Iya iya, tapi buat apa?”, tanya Finn dengan lembut.
“Aku nunggu ayah dari jam 8 tadi, aku mau ngajak ayah main ular tangga. Cuma tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang, kalau waktu ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ternyata cuma ada Rp.15.000. tapi, karena ayah bilang ayah tiap 1 jam ayah digaji Rp.40.000, jadi setengah jamnya ayah digaji Rp.20.000. Uang tabunganku kurang 5 ribu, jadi makanya aku mau pinjam uang ayah 5 ribu aja”, jawab Diego dengan polos.
Finn pun terdiam, dan dipeluknya anak kecil itu erat-erat..
[the end]
S

0 Comments:
Post a Comment
silahkan anda berkomentar
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home