Curhat : Hari Terakhir Liburan
Akhirnya hari terakhir liburan tiba juga. Sedih, malas, kangen, capek, kerja lagi, belajar lagi, hari baru lagi, bercampur aduk jadi satu. 10 hari tak terasa rasanya. Hari-hari di kuningan terasa berjalan begitu cepatnya. Saatnya ke Bandung lagi. Ketemu orangtua sudah, ketemu sahabat karib sudah, main sudah, belanja sudah, beli baju sudah, belajar motor sudah, ketemu teman baru sudah, tapi kenapa kuq berat rasanya untuk ke Bandung lagi.
Dan kenapa yach sejak pertemuan dengan teman baruku itu, aku kuq jadi memikirkannya terus yachh.. Dia seorang pria dewasa yang penuh pesona, berpenampilan rapih, bersih dan cool, membawa motor vixion, bahasanya yang santun dan pengertian, membuat hati nyaman bergelora. Dia hanya teman, tak lebih dari sahabat. Tapi kuq hatiku menginginkan lebih ea.. Aku sudah punya kekasih. Tapi aku tahu ku tak mungkin menyatu dengan kekasihku. Hubungan kami sudah tidak mungkin lagi. Aku tahu dia tak kan mungkin bisa menerima sisi lain hidupku. Seharusnya kami berpisah, sebelum lebih sakit lagi nantinya, tapi ku tak tahu alasan apa yang harus ku katakan padanya. Sungguh ku tak kuasa, ku tak sanggup. Tak berani mengungkapkan, tak ingin menyakitinya, juga tak ingin kehilangannya. Dia seorang yang cuek, pendiam, berpenampilan asal-asalan, tapi yang selalu setia menemani hari-hariku. Dia yang kurang mengerti keinginan dan isi hatiku, dia yang begitu sulit untuk mengantarku ke suatu tempat, dia yang pas pasan buat dirinya saja, tapi dia orang pertama dengan segala kekurangannya yang ku suka, dia yang menemaniku dan mengkuatirkanku saat ku sakit. Oh aku dilema. Ku pasrahkan padaMu Oh Tuhan, ku tak ingin menyakitinya juga tak ingin di sakiti. Ku tak kan menyusahkannya lagi dengan merengek ingin di ajak maen keluar, dengan minta di anterin ke suatu tempat, dengan ngambek dan curigaan ketika dia tidak sms, facebookan dengan cewe lain, atau menyimpan foto berdua dengan seorang cewe, Oh sungguh ku kan menahan diri. Ku tahu dia takan pernah jadi miliku selamanya, aku harus merelakannya walau ku sayang padanya. Ku kan menjalaninya seperti air mengalir. Ku percaya kasihMu kan datang seperti Fajar di pagi hari. Saatnya nanti ku kan menemukan lelaki terindah di hidupku yang kan menerima diriku apa adanya serta kelamnya masa laluku. Amin

0 Comments:
Post a Comment
silahkan anda berkomentar
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home